Isu Sewa Penang: Sanusi Bersumpah Terus Berjuang, Bertekad Koreksi Fakta Sejarah
Ketua Menteri Kedah, Datuk Seri Muhammad Sanusi Md Nor mengumumkan akan berjuang sampai akhir untuk mengembalikan kedaulatan Kesultanan Kedah atas tanah Penang.
Melalui video yang dibagikannya di Facebook, Sanusi juga mengatakan pemerintah negara bagian bertekad mengoreksi fakta sejarah yang diklaimnya telah diputarbalikkan.
Menurutnya, seluruh masyarakat Negara Bagian Kedah harus mendukung upaya pemerintah negara bagian untuk memulihkan hak-hak mereka yang telah lama tercabut.
Beliau juga menjelaskan tentang sejarah yang terjadi antara Kedah dan Penang.
“Pemerintah negara bagian menjunjung tinggi perintah Yang Mulia Tuanku Sultan Kedah yang menyatakan perlunya klarifikasi masalah ini secara transparan termasuk yang terkait dengan sewa.
Pengang termasuk Seberang Perai merupakan wilayah milik Kesultanan Kedah sejak dahulu kala yang diduduki secara tidak sah melalui penipuan oleh penjajah mulai tanggal 9 Agustus 1786.
“Pada tanggal 11 Agustus 1786, Francis Light mengibarkan bendera Union Jack di tanah milik Sultan Kedah dan ini merupakan kejahatan.
“Pada bulan April, 12 April 1791, Sultan Abdullah Mukarram Shah berusaha mengumpulkan kekuatan untuk merebut kembali Penang setelah menyadari bahwa Francis Light dan British East India Company telah berbuat curang.
“Tentara Melayu Kedah dikalahkan oleh tembakan meriam di Seberang Perai. Pada tanggal 7 Juli 1800, Sultan Kedah harus menandatangani perjanjian penyerahan sebagian Seberang Perai kepada Inggris. Kemudian Seberang Perai diberi nama baru Provinsi Wellesley.
“Seberang Perai yang awalnya diserahkan hanya 60 relung, kemudian ditambah dan terus ditambah. Sekarang luas Seberang Perai 751 kilometer persegi sama dengan 261.000 relung atau 75.100 hektare. Dari 60 relung menjadi 260.000 relung,” ujarnya.
Sanusi mengatakan, nilai sewa Penang yang disepakati pada tahap awal adalah 6.000 dolar Spanyol.
BACA JUGA: Sanusi Klaim Penang Milik Kedah
Namun tidak dibayar oleh Inggris sehingga menimbulkan perang pada tahun 1791. Ketika Sebarang Perai diperoleh, nilai sewa ini ditambah 4.000 dolar Spanyol sehingga totalnya menjadi 10.000 dolar Spanyol. Tidak dibayar.
“Setelah kemerdekaan, sewa diubah menjadi RM10.000. Mulai tahun 2018, ditambahkan RM10 juta lagi, sehingga sewa dibayar atas nama pembayaran khusus Penang sebesar RM10.010.000,” tambahnya.
Dikatakannya, upaya pada tahun 1791 dengan kekuatan tentara Melayu Kedah menjadi bukti bahwa Sultan telah berusaha mendapatkan kembali haknya atas tanah tersebut.
Bahkan, pada tahun 1956, Sultan Badlishah menulis surat kepada Komisaris Tinggi Inggris di Malaya untuk menuntut kembali kedaulatannya atas Penang.
Namun, mereka menginformasikan bahwa masalah ini akan diselesaikan setelah kemerdekaan.
“Sayangnya, setelah negara merdeka, masalah ini dibiarkan begitu saja,” katanya.
Dalam sambutannya, Sanusi juga berharap agar seluruh warga Kedah, khususnya PNS, bersatu mendukung penuh upaya koreksi fakta sejarah tersebut.
Sumber: Muhammad Sanusi Md Nor
The post Isu Sewa Penang: Sanusi Sumpah Terus Berjuang, Bertekad Koreksi Fakta Sejarah muncul pertama kali di Siakap Keli.
Game News
Review Film
Rumus Matematika
Anime Batch
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime
Gaming Center
Gaming Center
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.