Jalur Shah Alam Mencatat Lebih Dari 60.000 Perjalanan Pada Hari Pertama Beroperasi
KUALA LUMPUR, 30 Juni (Bernama) — Jalur Shah Alam yang dioperasikan oleh Rapid KL mencatat lebih dari 60,000 perjalanan penumpang pada hari pertama pengoperasiannya kemarin, sehingga mencerminkan respons positif terhadap layanan kereta baru tersebut.
Prasarana Malaysia Berhad (Prasarana) dalam keterangannya hari ini, menginformasikan bahwa jumlah tersebut sudah termasuk perjalanan menggunakan kereta api, bus perantara, dan Rapid KL On-Demand (ROD) yang resmi diluncurkan pada Minggu lalu.
Dari total tersebut, tercatat 58.865 perjalanan dilakukan melalui layanan kereta api, sedangkan 3.319 perjalanan lainnya melibatkan jaringan first-last mile Rapid KL, yakni 1.883 perjalanan menggunakan bus perantara dan 1.436 perjalanan melalui layanan ROD.
Presiden dan Chief Executive Officer Prasarana Group Amir Hamdan mengatakan sambutan positif masyarakat membuktikan perlunya jaringan kereta api di koridor barat Lembah Klang.
Dia mengatakan jumlah tersebut juga menunjukkan tingginya permintaan akan opsi mobilitas baru yang menghubungkan kawasan pemukiman, pusat pekerjaan, lembaga pendidikan, dan pusat komersial di Petaling Jaya, Shah Alam, dan Klang.
“Ini merupakan awal yang sangat menggembirakan. Kami akan terus memantau pola perjalanan penumpang, kinerja operasional, dan feedback pengguna untuk memastikan pengalaman perjalanan terus meningkat seiring semakin banyaknya masyarakat yang mulai menggunakan rute ini,” ujarnya.
Untuk melancarkan operasi, Rapid KL menempatkan petugas operasi, petugas stasiun dan Rapid Troopers di semua stasiun di Jalur Shah Alam untuk membantu penumpang mendapatkan informasi perjalanan dan panduan pergantian layanan bus dan ROD.
Prasarana juga mengingatkan masyarakat bahwa tawaran tarif gratis untuk semua perjalanan menggunakan Jalur Shah Alam dan layanan bus perantara di sepanjang jalur tersebut akan berlanjut hingga 31 Juli.
Informasi lebih lanjut mengenai Rute Shah Alam dapat diperoleh dengan mengunjungi website www.myrapid.com.my, media sosial Rapid KL atau menghubungi saluran layanan pelanggan di 03-7885 2585.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.