“Aku Akan Menelepon Kembali Nanti…” Pria Berbagi Penyesalan Tidak Punya Waktu Bertemu Ibu Sebelum ‘Berangkat’

“Aku Akan Menelepon Kembali Nanti…” Pria Berbagi Penyesalan Tidak Punya Waktu Bertemu Ibu Sebelum ‘Berangkat’

Ibu adalah orang yang paling spesial dalam hidup setiap manusia.

Sejak pertama kali kita membuka mata terhadap dunia, ibu telah menjadi sumber cinta, perlindungan, dan pengorbanan yang tak ada habisnya.

Oleh karena itu, kita perlu menghargai ibu selama ia masih hidup, karena kehadirannya merupakan anugerah yang tak tergantikan.

Kehilangan seorang ibu bukan sekedar kehilangan orang yang dicintai. Hal ini juga dapat membuat hidup anak terasa suram dan hampa karena tidak ada lagi doa, nasehat dan kasih sayang tulus yang selama ini menjadi sumber kekuatannya.

Baru-baru ini, sebuah sharing mengharukan tentang momen-momen terakhir seorang anak yang tak kunjung pulang sebelum ibunya menghembuskan nafas terakhir menjadi viral di Threads.

“Jika memungkinkan, saya tidak ingin mengingat tanggal 31/12”

Ini adalah tanggal dimana mendiang ibuku pergi untuk selama-lamanya namun kakak dan adik berbagi cerita hari ini, sudah 8 tahun dia meninggalkan kami semua.

Pada tanggal 31 Desember 2017, sekitar pukul 18.00, mendiang Mak menelepon dan mengabarkan bahwa ia berada di ruang gawat darurat di desa tersebut karena merasa tidak enak badan. Saat itu saya sedang menelepon dan merawat pasien, jadi saya tidak bisa ngobrol lama.

Empat kali dia berulang kali memberitahuku bahwa dia ada di ruang gawat darurat, tapi aku menjawab, “Aku akan menelepon lagi nanti, ini pasiennya.

Setelah aku selesai menangani kasus baru di bangsal dan dokter spesialis datang menemui pasien, barulah aku sempat menelpon Ibu, menanyakan kabarnya dan ngobrol sebentar.

Pada jam 8 malam, dokter spesialis datang untuk pemeriksaan bangsal dan saya bergabung dengannya. Tiba-tiba adikku menelepon dan memberitahuku bahwa Ibu sedang tidak enak badan dan tiba-tiba pingsan.

Aku segera meminta izin untuk kembali ke desa, namun sebelum aku sempat meninggalkan rumah sakit, adikku menelepon lagi dan mengabarkan bahwa Mak sudah tiada.

Delapan tahun tanpa doa seorang ibu

Sejak saat itu, rasa bersalah menindas saya. Merasa bersalah karena tidak terlalu menanyakan kabar almarhum. Merasa bersalah karena tidak mengutamakan Ibu.

Merasa bersalah karena di tahun yang sama saya tidak sempat kembali ke desa saat puasa dan lebaran karena tidak ada libur panjang.

Di minggu terakhir puasa, mendiang Mak masih sempat menelepon dan bertanya, “Puasanya hampir selesai, maukah kamu kembali ke desa untuk berbuka bersama?”

Pada tahun 2025, genap 8 tahun almarhum pergi untuk selama-lamanya.

Delapan tahun tanpa doa seorang ibu.

Delapan tahun tanpa tempat bagiku untuk berbagi cerita.

Delapan tahun yang membuat hidup terasa hampa, hampa, dan sepi. Rindu yang tak terucap, kerinduan yang tak kunjung hilang. Sangat merindukanmu.

Al-Fatihah untuk mendiang ibu (Hasmah Binti Hassan)

BACA: Mengenang Kenangan Lama, Koki Luar Negeri Gembira Temukan Buah Ini di MYDIN
BACA: 41 Pemuda Dikabarkan Meninggal Usai Disunat

Sumber: @the.nxw melalui Threads

Postingan “Nanti Telpon Lagi…” Pria Berbagi Penyesalan Tak Sempat Bertemu Ibu Sebelum ‘Berangkat’ muncul pertama kali di Siakap Keli.

Game News

Review Film
Rumus Matematika
Anime Batch
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Gaming Center

Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.