Hadits Tentang Keruntuhan Persia – Syariah Online DepokSyariah Online Depok

▪▫

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ustadz mohon penjelasan untuk hadits ini: “Jika Raja Persia telah runtuh, maka tidak mungkin ada kerajaan Persia selanjutnya.” (HR Bukhari no 2889, Muslim)

JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Bunyi lengkapnya:

Jika Chosroes meninggal, tidak akan ada lagi Chosroes setelahnya, dan jika Caesar meninggal, tidak akan ada Caesar setelahnya.

Jika Kisra binasa maka tidak ada lagi Kisra setelahnya, dan jika Qaisar (Romawi) binasa maka tidak ada lagi Qaisar setelahnya.

Artinya, setelah Kisra dihancurkan oleh Islam, tidak ada lagi kerajaan atau kekuasaan Kisra yang bijaksana, baik di Persia maupun di tempat lain. Begitu pula Kaisar Romawi. Ini juga menjadi bukti kebenaran kenabian Nabi ﷺ.

Imam An Nawawi berkata dalam Sharh Shahih Muslim:

Al-Syafi’i dan ulama lainnya mengatakan: Artinya tidak akan ada Chosroes di Irak, dan tidak akan ada Kaisar di Syam, seperti yang terjadi pada masanya – semoga doa dan damai Allah besertanya – jadi kami belajar – semoga doa dan damai Allah besertanya – bahwa kerajaan mereka di dua wilayah ini terputus, maka seperti yang dia – semoga doa dan damai Allah besertanya – katakan. Adapun Chosroes, kerajaannya terputus, dan dia lenyap sama sekali dari seluruh negeri, dan kerajaannya terkoyak seluruhnya dan lenyap dengan seruan Rasulullah – semoga doa dan damai Allah besertanya -. Adapun Kaisar, Maka ia dikalahkan di Syam, dan memasuki daerah terjauh negerinya, maka kaum Muslimin menaklukkan negerinya, dan negeri itu menjadi stabil bagi kaum Muslimin, Alhamdulillah, dan kaum Muslimin menafkahkan hartanya demi Allah. Seperti yang dia katakan – semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian – ini adalah keajaiban yang nyata

SAYAMam Ash Syafi’i dan ulama lainnya mengatakan: maksudnya tidak akan ada lagi Kisra (raja Persia) di Irak, dan tidak ada lagi Kaisar (Romawi) di Syam seperti pada masanya ﷺ. Maka Nabi ﷺ menceritakan kepada kita tentang terputusnya kekuasaannya di dua wilayah tersebut, dan itu terjadi seperti yang beliau katakan.

Adapun Kisra, maka kekuasaannya terputus seluruhnya dan lenyap seluruhnya dari seluruh muka bumi; Kerajaannya hancur berkeping-keping dan lenyap, akibat doa Nabi ﷺ.

Sedangkan Kaisar, ia dikalahkan dari wilayah Syam dan mundur ke pelosok negerinya. Lalu kaum Muslimin menaklukkan negeri-negeri keduanya, dan kekuasaan itu menetap di tangan kaum Muslimin—segala puji bagi Allah. Kaum Muslimin pun membelanjakan harta-harta kekayaan (perbendaharaan) keduanya di jalan Allah, sebagaimana telah diberitakan oleh Rasulullah ﷺ. Dan ini semua merupakan mukjizat yang nyata.

Imam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al Bayan Ash Sahih Liman Badala Din Al Masih :

Bab: Dia memberi tahu dia, saw, tentang banyak masa lalu dan masa depan yang tak terlihat, dan indikasi kenabiannya: Ini dia katakan, dan pemerintahan Chosroes dan Kaisar adalah raja yang paling terhormat di bumi, maka Tuhan menegaskan berita-Nya dalam suksesi Umar dan Utsman, sehingga Khosrows binasa, dan dia adalah yang terakhir dari Kasroes di kekhalifahan Utsman di tanah Persia, dan tidak ada lagi Chosroes yang tersisa setelahnya, dan tidak ada raja tetap untuk orang Majus dan Persia, dan Kaisar yang berada di tanah Levant, dan di tempat lain, binasa, dan tidak ada seorang pun yang tersisa setelah dia yang menjadi raja atas Levant, tidak juga Mesir, tidak juga Pulau itu milik orang Kristen, dan dia disebut Kaisar

Artikel: Berita-berita beliau ﷺ tentang berbagai hal gaib, baik yang lampau maupun yang akan datang, dan itu sebagai bukti kenabian.

Termasuk berita yang disampaikannya, padahal kerajaan Kisra (Persia) dan Caesar (Romawi) merupakan kerajaan terkuat di muka bumi. Maka Allah membenarkan kabar tersebut pada masa khilafah Umar bin al-Khattab dan Utsman bin Affan.

Akhirnya Kisra binasa—dan ia adalah Kisra terakhir—pada masa kekhalifahan Utsman di wilayah Persia. Setelah itu tidak ada lagi Kisra, dan tidak tersisa kekuasaan bagi kaum Majusi dan Persia.

Demikian pula Kaisar yang berkuasa di wilayah Syam dan sekitarnya mengalami kehancuran. Tidak ada lagi setelahnya penguasa Nasrani yang memerintah Syam, Mesir, maupun Jazirah dengan gelar “Kaisar”.

Imam Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah:

Al-Syafi’i dan ulama lainnya mengatakan: Dan karena orang-orang Arab datang ke Syam dan Irak untuk berdagang, dan mereka yang masuk Islam menjadi Muslim, mereka mengeluhkan ketakutan mereka terhadap raja-raja Irak dan Syam kepada Rasulullah – semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian – dan dia berkata: Jika Chosroe meninggal, tidak akan ada Chosroe setelahnya, dan jika Kaisar meninggal, tidak akan ada Kaisar setelahnya. Beliau bersabda: Maka kekuasaan raja kaum Kasrai musnah seluruhnya, dan kedudukan raja Caesar atas Syam lenyap sama sekali, meskipun kedudukan raja ditetapkan bagi mereka secara umum, dengan restu doa Rasulullah. -Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian- kepada mereka ketika mereka mengagungkan kitabnya, dan Tuhan mengetahui yang terbaik. Saya berkata: Ini adalah berita bagus bahwa raja Romawi tidak akan pernah kembali ke tanah Levant

Imam Asy Syafi’i dan ulama lainnya berkata:

Ketika orang-orang Arab biasa pergi ke Syam dan Irak untuk berdagang, kemudian sebagian dari mereka masuk Islam, mereka mengadukan ketakutan mereka terhadap dua penguasa besar Irak dan Syam kepada Nabi ﷺ. Jadi dia berkata:

“Bila Kisra telah binasa, maka tidak akan ada lagi Kisra setelahnya. Dan bila Caesar telah binasa, maka tidak akan ada lagi Caesar setelahnya.”

Ia (Imam Syafi‘i) berkata: Maka kekuasaan para Kisra benar-benar lenyap seluruhnya, dan kekuasaan Kaisar pun hilang dari wilayah Syam secara total. Meskipun secara umum mereka (Romawi) masih memiliki kekuasaan di tempat lain, hal itu karena berkah doa Rasulullah ﷺ kepada mereka ketika mereka menghormati surat beliau. Wallahu a‘lam.

Aku (penulis) berkata: Dalam hal ini terdapat kabar gembira yang besar, bahwa kekuasaan Romawi tidak akan kembali lagi selamanya ke wilayah Syam.

(Selesai)

Ini menunjukkan bahwa wilayah Kisra dan Qaishar di Syam, setelah keruntuhan mereka akan tetap menjadi wilayah milik kaum muslimin selamanya. Bisa jadi direbut orang kafir di suatu masa, tapi akan kembali ke pangkuan umat Islam.

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch