SIC Terikat NDA, Tolak Komentari Kemungkinan F1 Kembali ke Malaysia
KUALA LUMPUR, 24 Juli (Bernama) — Sirkuit Internasional Sepang (SIC) menolak mengomentari spekulasi terkait kemungkinan balapan Formula One (F1) kembali digelar di Malaysia pada Oktober ini.
Chief Executive Officer SIC Azhan Shafriman Hanif mengatakan pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut saat ini karena terikat dengan syarat kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA) dengan Liberty Media, pemegang hak komersial F1.
“Saat ini kami masih terikat NDA dengan F1 (Liberty Media) dan belum bisa memberikan komentar lebih lanjut,” ujarnya saat menjawab singkat Bernama hari ini.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Dr Mohammed Taufiq Johari dalam keterangannya menginformasikan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (KBS) sedang berdiskusi dan melakukan evaluasi terhadap kemungkinan diselenggarakannya balapan F1 di SIC pengganti Grand Prix (GP) Bahrain pada Oktober ini.
Ia mengatakan, Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dan KBS telah menerima informasi awal mengenai kemungkinan Malaysia menjadi tuan rumah balapan F1, setelah terakhir kali menjadi tuan rumah balapan tersebut pada tahun 2017.
“Perkembangan lebih lanjut akan diberitahukan segera setelah selesai,” katanya.
Sementara itu, portal motorsport The Race pada hari Kamis melaporkan bahwa Malaysia kemungkinan besar akan dimasukkan dalam kalender F1 dalam waktu singkat tahun ini jika konflik yang melibatkan Iran terus mempengaruhi jadwal balapan.
Pada pertengahan Maret, balapan di Bahrain dan Arab Saudi yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April ditunda karena perang, sehingga mengurangi kalender musim dari 24 menjadi 22 balapan, menurut kantor berita Jerman, dpa.
Laporan tersebut mengatakan bahwa jika dua balapan terakhir musim ini di Qatar pada 29 November dan Abu Dhabi pada 6 Desember tidak dapat dilanjutkan karena konflik di Asia Barat, manajemen F1 sedang mempertimbangkan sejumlah opsi alternatif.
Sebelum ketegangan yang melibatkan Iran kembali meningkat, pihak penyelenggara berharap bisa menjadwal ulang GP Bahrain pada akhir pekan pertama bulan Oktober, yakni antara GP Azerbaijan dan GP Singapura.
Namun, kemungkinan tersebut kini terlihat semakin kecil seiring meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Oleh karena itu, Malaysia dan Turki kini termasuk di antara kandidat yang akan menjadi tuan rumah pemilu pada 4 Oktober, menurut laporan tersebut.
F1 diperkirakan akan mengambil keputusan awal mengenai balapan yang diusulkan saat kejuaraan memasuki jeda pertengahan musim setelah GP Hongaria di Budapest akhir pekan ini, sebelum kompetisi dilanjutkan pada akhir Agustus.
SIC menjadi tuan rumah GP Malaysia dari 1999 hingga 2017 sebelum balapan tersebut dihapus dari kalender F1 karena meningkatnya biaya penyelenggaraan dan biaya lisensi.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.