Terlalu banyak berdoa dengan “Insya Allah”?

PERTANYAAN

Kadang kita dengar berdoa, “Semoga kita dikumpulkan lagi di surga, Insya Allah” .. apakah benar ini doa terlarang? Karena ada kesan tidak yakin dan tidak serius.

JAWABAN

Bismillahirrahmanirrahim..

Mengatakan Insya Allah adab digunakan dalam janji, bukan dalam doa, sebagian ulama mengatakan itu makruh. Tapi, kalau insya Allah digunakan untuk meyakinkan atau tabarruk (mencari keberkahan) maka sah-sah saja. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri mengajarkan salah satu doa untuk orang sakit: Laa ba’sa Thahurun, Insya Allah seperti dalam hadits Imam Bukhari.

Syekh Abdullah Al Faqih berkata:

Larangan yang terkandung dalam permohonan yang syarat wasiat terdapat pada sabda beliau – semoga Allah SWT dan sallallahu ‘alaihi wa sallam – sebagaimana dalam dua kitab Sahih –: Tidak seorang pun di antara kamu yang boleh mengucapkan: Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, ya Allah, kasihanilah aku jika Engkau menghendakinya, sehingga ia memberanikan diri untuk meminta, karena tidak ada paksaan baginya. Karena tidak suka membesar-besarkan, bukan karena haram menurut pandangan yang benar. Di antara para ulama ada yang meyakini pepatah tersebut: Insya Allah. Setelah berdoa, jika demi keberkahan, maka tidak ada yang tidak disukai.

Di antara para ulama juga ada yang meyakini, jika do’anya berupa predikat, maka tidak ada salahnya melekatkannya pada suatu wasiat, seperti do’a orang sakit dengan mengucapkan: Bersucikan, Insya Allah.

Ada larangan yang muncul tentang menggantungkan shalat dengan kemauan (mashi’ah) dalam sabda Nabi ﷺ sebagaimana terdapat dalam Sahih Bukhari dan Muslim:

“Janganlah ada seorang pun di antara kalian yang berkata: ‘Ya Allah, ampunilah aku INSYI’TA (jika Engkau menghendaki). Ya Allah, kasihanilah aku jika Engkau menghendaki.’

Hendaknya ia sungguh-sungguh meminta, karena tidak ada seorang pun yang dapat memaksanya.”

Larangan ini menurut pendapat shahih adalah untuk makruh tanzih (tidak sampai haram), bukan untuk haram. Sebagian ulama berpendapat bahwa mengucapkan “Insya Allah” setelah shalat, jika dimaksudkan sebagai bentuk tabarruk (mengharap berkah), maka tidak makruh.

Sebagian ulama juga berpendapat, jika doanya berupa kalimat berita (bukan permintaan langsung), maka tidak makruh jika dilekatkan pada mashy’ah, misalnya mendoakan orang sakit dengan kalimat: “Semoga menjadi pembersih (dosa), Insya Allah.”

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah no. 443119)

Dengan demikian. Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Game News

Review Film
Rumus Matematika
Anime Batch
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Gaming Center

Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.