






– Allah Ta’ala menciptakan gender hanya dua; Laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang lain.
Allah Ta’ala berfirman:
Wahai manusia, Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal satu sama lain.
Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal … (QS. al-Hujurat : 13)
– Pasangan laki-laki adalah perempuan, bukan laki-laki dengan laki-laki, dan bukan perempuan dengan perempuan. Allah Ta’ala berfirman:
Dan Dia menciptakan sepasang laki-laki dan perempuan dari setetes air mani jika Dia menghendakinya.
Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan sepasang laki-laki dan perempuan, dari setetes air mani yang dikeluarkan. (QS. An-Najm : 45–46)
– Begitulah sifat manusia, dan jauhi sifat itu. Allah Ta’ala berfirman:
Tuhan menciptakan hal yang sama seperti Dia menciptakan manusia. Tidak ada perubahan pada ciptaan Tuhan.
(Tetaplah pada) sifat Tuhan yang telah menciptakan manusia sesuai dengan sifat itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Tuhan.
(QS. Ar Rum : 30)
– Namun, karena hawa nafsu, was was syetan, manusia melanggar fitrahnya.
– Menjadi LGBT adalah kefasikan dan penyimpangan, jangan dinormalisasi, itu sebagaimana penyimpangan moral lainnya. Bahkan penyimpangan yang sdh lama sejak zaman Nabi Luth ‘Alaihissalam.
Allah Ta’ala berfirman:
Dan Lot, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu melakukan perbuatan tidak senonoh yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun di dunia ini sebelum kamu?” Sesungguhnya kamu melakukan perbuatan tidak senonoh dengan syahwat, bukan dengan wanita. Sebaliknya, kamu adalah orang-orang yang boros
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu melakukan suatu kekejian yang belum pernah dilakukan oleh orang lain sebelum kamu di dunia ini? Sesungguhnya kamu datang kepada laki-laki untuk melampiaskan nafsumu, bukan kepada wanita. Faktanya, Anda adalah orang-orang yang melampaui batas.
(QS. Al A’raf : 80-81)
Apakah kamu menginginkan pria daripada wanita? Tidak, kamu adalah kaum yang bodoh.
Apakah kalian benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan? Sebenarnya kalian adalah kaum yang bodoh. (QS. An Naml : 54-55)
Dari Abdullah bin Abbas, Nabi ﷺ bersabda:
Semoga Tuhan melaknat siapapun yang melakukan perbuatan kaum Luth
“Allah melaknat orang-orang yang mengerjakan amalan kaum Luth.” (HR. Ahmad, otentik)
– Islam adalah agama yang sangat tegas terhadap LGBT. Bahkan menjadi musuh utama bagi mereka. Krn hari ini LGBT bukan hanya penyimpangan, tapi telah menjadi sebuah “gerakan” terstruktur di dunia.
– Al-Quran juga menceritakan tentang hukuman Allah Ta’ala terhadap kaum Gay di masa lalu. Allah Ta’ala berfirman:
Dan Kami turunkan hujan ke atas mereka, dan lihatlah bagaimana kesudahan para penjahat itu.
Dan Kami menghujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang berdosa itu. (QS. Al A’raf : 84)
Maka ketika datang perintah Kami, Kami jadikan yang paling tinggi menjadi yang paling rendah, dan kami hujani di atasnya batu-batu serpih yang terbakar, yang diberi tanda milik Tuhanmu, dan mereka itu tidak termasuk orang-orang yang zalim. Jauh sekali
Maka ketika azab Kami datang, Kami jungkir balikkan bumi (terbalik), dan Kami siram mereka dengan batu-batu dari bumi yang terbakar secara berurutan, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan hukumannya tidak jauh dari orang yang zalim. (QS. Hud : 82-83)
Kemudian seruan itu membuat mereka naik, dan Kami jadikan yang tinggi di sana menjadi yang terendah, dan Kami hujankan ke atas mereka batu-batu serpih.
Kemudian mereka dihancurkan oleh suara gemuruh yang keras saat matahari terbit. Maka Kami jungkir balikkan negeri itu dan Kami siram mereka dengan batu-batu dari bumi yang terbakar. (QS. Al Hijr : 73-74)
– Adapun hukuman di dunia, tegas disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Siapapun yang kamu temukan melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah subjek dan objeknya.
Siapapun yang kamu temukan melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelakunya dan rekannya. (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah)
– Para pembela LGBT berlindung di balik jubah HAM. Tetapi, kemana suara mereka ketika spilis, raja singa, kencing nanah, HIV, diderita oleh para korban Gay?? Rusaknya mental anak-anak yang menjadi korban keganasan Gay.. Mereka diam.
– Maka buat para penderita LGBT dan pendukungnya. Masih ada waktu berubah dan bertobat. Kembalilah kepada fitrahnya, kembali kepada jalan Allah, meninggalkan secara sungguh-sungguh, menyesali, dan bertekad tidak kembali lagi.
Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa Shahbihi wa Sallam








Farid Nu’man Hasan
Bergabunglah dengan Saluran: bit.ly/1Tu7OaC
Halaman penggemar: https://facebook.com/ustadzfaridnuman
IG: Instagram: https://instagram.com/faridnumanhasan
Youtube : Farid Nu’man Hasan Resmi
Terkait
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.