Syarah Ushul ‘Isyrin (20 Prinsip/Dasar) (Bag. 1)

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻

Prinsip no. 1

Islam adalah sistem komprehensif yang mencakup semua aspek kehidupan. Itu adalah negara dan tanah air, atau pemerintahan dan bangsa. Itu adalah penciptaan dan kekuasaan atau belas kasihan dan keadilan. Itu adalah budaya dan hukum atau sains dan peradilan. Itu adalah materi atau keuntungan dan kekayaan. Itu adalah jihad dan seruan atau tentara dan ide. Itu juga merupakan keyakinan yang benar dan ibadah yang benar, semuanya sama.

“Islam itu nizham (tatanan) yang sempurna yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Dialah negara dan tanah air, penguasa dan rakyat, akhlak dan kekuatan, rahmat dan keadilan, wawasan dan hukum, ilmu dan ketetapan, kekayaan materi dan alam, atau produksi dan kekayaan, jihad dan dakwah, kekuatan dan pikiran, sebagaimana dialah keyakinan yang hakiki dan ibadah yang shahih, tidak lebih dan tidak kurang.”

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Penjelasan:

Prinsip ini mencakup makna Sumuliyatul Islam (Komprehensifitas Islam), yaitu Islam sebagai nizham (tatanan) sempurna (syamil), integral (mutakamil), lengkap, dan dinamis, bukan ajaran yang juz’iyyah (parsial) dan statis.

Allah Ta’ala berfirman:

Hari ini Aku telah menyempurnakan bagimu agamamu dan menyempurnakan nikmat-Ku atasmu dan menjadikan Islam sebagai agamamu.

Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agamamu untukmu, dan Aku telah memuaskanmu dengan nikmat-Ku, dan Aku telah menjadikan Islam sebagai agamamu. (Qs. Al Maidah : 3)

Ayat lainnya:

Dan Kami turunkan kepadamu Kitab sebagai penjelas segala sesuatunya dan sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi kaum muslimin.

Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatunya serta petunjuk dan rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (Qs. An Nahl : 89)

Islam adalah sistem yang komprehensif

“Islam adalah sistem yang sempurna dan komprehensif.”

Artinya: Islam tidak hanya mengatur hubungan hamba dengan Allah (ibadah mahdhah), tetapi juga hubungan manusia dengan sesama (muamalah), dengan alam, bahkan dengan diri sendiri. Allah Ta’ala berfirman:

Kehinaan menimpa mereka dimanapun mereka berada, kecuali dengan tali dari Allah dan tali dari manusia.

Mereka diliputi kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali orang-orang yang menjaga hubungan dengan Allah dan menjaga hubungan sesama manusia (QS. Ali Imran : 112)

Ini berkaitan dengan semua aspek kehidupan

“Mencakup seluruh aspek kehidupan.”

Artinya: Tidak ada sisi kehidupan manusia yang luput dari perhatian Islam: baik politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pendidikan, bahkan urusan pribadi seperti makan, tidur, dan adab keluarga.

Kami tidak mengabaikan apa pun dalam Kitab. Kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan.

Kami tidak melupakan apa pun dalam Alkitab. (Qs. Al An’am : 38)

Itu adalah negara dan bangsa, atau pemerintahan dan bangsa

“Kemudian negara dan tanah air, pemerintah dan rakyat.”

Artinya: Islam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara, loyalitas umat, kepemimpinan, persatuan, serta menciptakan identitas umat Islam sebagai satu kesatuan yang tidak tercerai-berai. Islam tidak hanya membicarakan masjid tapi juga istana negara, Islam tidak hanya membicarakan warga dan umat, tapi juga pemimpin, penguasa, pemerintah, dan kekuasaan. Islam bukan hanya membicarakan tanah waqaf, tapi juga teritori dan tanah air.

Imam Ibnu Taimiyyah berkata:

Ia harus mengetahui bahwa perwalian terhadap manusia adalah salah satu kewajiban terbesar agama. Memang benar, baik agama maupun dunia tidak akan ada tanpanya. Kepentingan bani Adam tidak akan tercapai kecuali dengan berkumpul bersama karena saling membutuhkan, dan ketika bertemu, mereka harus saling berhadapan hingga Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika ada tiga orang yang bepergian, hendaklah mereka memilih salah satu di antara mereka.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dari hadits Abu Saeed dan Abu Hurairah

“Wajib diketahui, bahwa kekuasaan kepemimpinan yang mengurus urusan manusia termasuk kewajiban agama yang paling besar, bahkan agama dan dunia tidaklah tegak kecuali dengannya. Segala kemaslahatan manusia tidaklah sempurna kecuali dengan memadukan antara keduanya (agama dan kekuasaan),  di mana satu sama lain saling menguatkan. Dalam perkumpulan seperti inilah diwajibkan adanya kepemimpinan, sampai-sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Jika tiga orang keluar bepergian maka hendaknya salah seorang mereka menjadi pemimpinnya.” Diriwayatkan Abu Daud dari Abu Said dan Abu Hurairah. (As Siyasah Asy Syar’iyyah, Hal. 169)

Itu adalah penciptaan, kekuatan, belas kasihan, dan keadilan

“Itu adalah moralitas dan kekuatan, cinta dan keadilan

Artinya: Islam membimbing akhlak mulia (sidq, amanah, iffah, adab) yang dengannya rahmat dapat diwujudkan, namun juga menegakkan kekuatan (al-quwwah) sehingga keadilan dapat ditegakkan. Islam tidak hanya kelembutan, tapi juga ketegasan. Dengan demikian, Islam tidak hanya menghasilkan orang-orang seperti Abu Bakar yang lemah lembut, tetapi juga seperti Umar yang tegas.

Allah Ta’ala berfirman:

Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang jelas dan menurunkan bersama mereka Kitab dan Neraca agar manusia dapat berbuat adil. Dan Kami turunkan besi ke dalamnya dengan kekuatan yang besar dan bermanfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang akan mendukung dia dan rasul-rasulnya di alam ghaib. Sungguh, Tuhan Kuat, sayang

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan imbangan (keadilan) agar manusia dapat berbuat adil. Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan yang besar dan banyak manfaatnya bagi manusia, dan yang Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya meskipun (Allah) tidak melihat. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Perkasa. (QS. Al Hadid : 25)

Itu adalah budaya, hukum, ilmu pengetahuan, dan keadilan

“Itu adalah wawasan dan hukum, pengetahuan dan ketetapan”

Artinya: Islam mencakup tsaqafah (wawasan, budaya, peradaban) dan qanun (aturan hukum) dan peradilan. Allah Ta’ala berfirman:

Laki-laki atau perempuan mukmin yang beriman, ketika Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu hal, tidak boleh mempunyai pilihan atas masalah mereka.

“Dan tidak pantas bagi seorang mukmin, laki-laki atau perempuan, ketika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan ketetapan, bagi mereka masih ada pilihan lain mengenai urusan mereka.” (QS.Al Ahzab:36)

Islam mengagungkan ‘ilm (ilmu) yang darinya lahir hukum dan ketetapan, karena ketetapan yang lahir dari ilmu tidak sama dengan ketetapan yang lahir dari nafsu dan kebodohan. Allah Ta’ala berfirman:

Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?

“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Zumar : 9)

Itu adalah materi atau keuntungan dan kekayaan

“Ia adalah materi, atau pencaharian dan kekayaan”

Artinya: Islam mengatur masalah madah (materi, ekonomi, harta benda), kasb (usaha dan pekerjaan), dan ghina (kekayaan). Bagian inilah yang mana manusia saling berlomba-lomba dan berbangga-bangga dengan kepemilikan hal itu semua. Islam mengatur agar manusia tidak menjadi hamba materi, tapi juga tidak menjadi menghinakan diri karena ketiadaannya.

Jadi Islam tidak hanya bicara akhirat, tetapi juga bagaimana manusia mengelola harta dan ekonomi dengan halal, berkah, dan bermartabat. Rasulullah ﷺ bersabda:

Setiap daging dan darah yang tumbuh dari benda najis, lebih berhak mendapat neraka.

Setiap daging dan darah yang tumbuh dari sumber yang haram maka neraka lebih layak baginya. (HR. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir no. 361, shahih)

Ini adalah jihad dan seruan atau tentara dan ide

“Itu adalah jihad dan dakwah atau tentara dan pemikiran”

Artinya: Islam itu jihad (perjuangan, pengorbanan) dan dakwah (mengajak pada kebaikan). Yaitu jaysy (tim, pertahanan) dan juga fikrah (ideologi, pemikiran). Jadi Islam mempunyai dimensi praktis (kekuatan) dan konseptual (pemikiran). Dengan jihad dan jay (pasukan) maka terjagalah teritori dan tanah air, dengan dakwah maka tersebarnya hidayah dan terjaganya aqidah.

Allah Ta’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, waspadalah terhadap dirimu sendiri, dan majulah dengan tabah, atau majulah secara bersama-sama.

Wahai orang-orang yang beriman! Persiapkan dirimu, dan maju (ke medan perang) secara berkelompok, atau maju bersama (bersamaan). (QS. An-Nisa’: 71)

Ini sama-sama merupakan keyakinan yang benar dan ibadah yang benar

“Karena Islam itu ‘aqidah sadiqah (keyakinan yang benar) dan ‘ibadah shahihah (ibadah yang shahih).”

Artinya: semua dimensi di atas tidak memisahkan Islam dari pondasi utamanya: iman yang bersih dan ibadah yang benar. Iman yang bersih yakni berada di atas aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan bersih dari aliran dan pemahaman menyimpang, serta bersih dari kesyirikan dan khurafat. Ibadah yang benar artinya ikhlas menjalankannya dan sejalan dengan syariat.

Dengan demikian Islam itu utuh: iman, ibadah, syariah, dan peradaban.

Dengan demikian. Wallahu Waliyut Taufiq

🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷

✍ Farid Nu’man Hasan
🔈 Bergabunglah dengan Saluran: bit.ly/1Tu7OaC
🅿 halaman penggemar:
❄ Kunjungi website resmi: alfahmu.id
🎬IG: Instagram:
Youtube : Farid Nu’man Hasan Resmi

The post Syarah Ushul ‘Isyrin (20 Prinsip/Dasar) (Bag. 1) appeared first on Syariah Online Depok.


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch